Mereka yang dapat memberi tanpa mengingat, dan menerima tanpa melupakan akan diberkati. Blessed are those that can give without remembering and receive without forgetting.

Menu Buka Puasa

Berpuasa menahan lapar dan dahaga pada siang hari perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi makan bagi tubuh pada saat berbuka dan sahur. Saat berbuka maupun sahur tidak harus mahal dan mewah, yang penting mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Selain mudah mengantuk dan badan menjadi lemas, menu berbuka dan sahur yang kurang sehat juga bisa membuat kadar kolesterol melonjak. Untuk menjaga agar tubuh tetap fit dan berstamina selama menjalani puasa, simak tip menu berbuka dan sahur dari dr.Phaidon L.Toruan, sport nutritionist berikut ini:


Tips Saat sahur - Utamakan air, vitamin, dan elektrolit. Artinya, minum air putih dan buah-buahan, atau jus buah tanpa gula. Air kelapa juga boleh. Caranya minum air kelapa dulu, dan karena sifat elektrolit di air kelapa , maka kita akan masih merasa haus baru dilanjutkan dengan minum air putih. Ketika tidur tubuh kita kehilangan berat 1-2 kg, dan itu adalah air. Jadi memulai puasa dengan restorasi cairan adalah langkah yang baik. - Pilih menu utama yang terdiri dari karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, spageti, atau bubur kacang hijau dengan gula aren. Jenis karbohidrat ini lebih "tahan lama" dalam membuat gula darah stabil, sehingga mood menjadi relatif lebih baik. - Jangan lupakan serat, baik dari sayur atau buah. Selain membersihkan usus, serat adalah "sapu alami" yang membantu membersihkan sisa daging di sela- usus. - Pilih lemak sehat atau minyak yang tidak digoreng, seperti zaitun, minyak kelapa atau flaxseed oil. Misalnya dalam bentuk sambal. Lemak membuat pergerakan makanan di perut menjadi lambat, sehingga lebih tahan lapar. Akan tetapi kalau diasup minyak gorengan, baik dari makanan siap saji yang dibeli semalam sebelumnya, atau menggoreng langsung, maka kita memasukkan radikal bebas ke dalam tubuh kita. Akibatnya manfaat puasa secara fisiologis berkurang.


Tips Saat Berbuka - Minum yang manis alami tanpa gula. Air kelapa, jus buah melon atau semangka dan buah lainnya. Hindari gula pasir karena akan menyebabkan efek yoyo pada timbangan nantinya di hari Raya, dan memberi dampak kesehatan yang kurang baik - Karbohidrat kompleks akan lebih baik plus makanan yang tidak digoreng. Nasi putih, dan makanan gorengan akan membuat ngantuk saat tarawih. Gorengan mengikat oksigen darah sampai 20% - Pasca buka puasa, konsumsi lagi air putih. Usahakan mulai buka puasa sampai tidur minimal masuk air 1 liter.


Contoh menu sahur sehat - Masi merah dengan soto ayam, sambal minyak zaitun dan buah pisang. - Bubur kacang hijau dengan gula aren dan telur setengah matang dengan 3 putih telur dan 1 kuning telur. Buah jeruk - Bubur oatmeal dengan telur rebus dan irisan tomat buah. - Sandwich, roti gandum dengan butter atau selai kacang. Telur setengah matang 3 putih dan 1 kuning. Buah pepaya.

Kaya Miskin Semua Sama

Bila Kau Miskin Janganlah Merasa Hina, dan Bila Engkau Kaya Janganlah Terlena

Kebanyakan diantara manusia menilai mulia dan hinanya seseorang diukur dari jumlah harta yang dimiliki. Maka jika ada seseorang yang melimpah hartanya semua orang menganggap mulia derajatnya, dan sebaliknya jika ada sebagian orang yang kurang beruntung dalam hartanya, orang sering menganggap mereka hina dan rendah derajatnya. Hal Ini sangat jelas tercermin dalam pergaulan sehari-hari, sehingga setiap orang berlomba-lomba untuk mencari harta dan kekayaan. Tak peduli harta yang didapat adalah hasil dari perbuatan yang tidak terpuji.

Orang yang Miskin bukanlah Orang yang Hina
Kalau kita sadari, sebenarnya orang yang tidak memiliki harta tidaklah merasa hina dan rendah dimata orang lain, tidak perlu untuk merasa sedih dan selalu merenungi nasib dirinya, karena harta adalah hanya satu dari sekian juta nikmat yang telah diberikan kepada kita. Masih banyak nikmat-nikmat lain yang tak kalah pentingnya daripada sebuah harta. Yaitu nikmat sehat, nikmat yang tak bisa dibandingkan dengan apapun. Apalah artinya rumah megah kalau badan kita sendiri dalam keadaan sakit.

Kekayaan adalah Ujian
Persefsi orang yang berkembang di masyarakat adalah bahwa bila ada seseorang yang naik jabatan atau mendapatkan harta mendadak, sering kita menilai bahwa dia sedang beruntung, berbeda dengan jika seseorang mengalami kepailitan atau kebangkrutan, kita menganggap bahwa dia sedang diuji oleh yang Maha Kuasa. Padahal kalau kita pahami antara Kepailitan atau keberuntungan adalah sama pada hakekatnya adalah sebuah ujian. Yang miskin diuji dengan kefakirannya begitu juga dengan yang kaya, dia diuji dengan banyaknya harta. Kelak di akhirat nanti orang kaya akan diminta pertanggungan jawab terkait dengan harta yang dimiliki.

Meskipun harta sebenarnya merupakan sebuah ujian. Kalaulah boleh memilih mungkin kita meminta untuk diuji dengan kekayaan daripada kemiskinan, karena kemiskinan lebih banyak menyajikan kesulitan-kesulitan yang membuat seseorang bersikap putus asa hingga cenderung untuk berbuat curang dan lari dari tanggung jawab. Nah, faktor kemiskinan ini juga adalah salah satu dari faktor yang menyebabkan angka kriminal di masyarakat kita semakin tinggi.

Banyak orang yang memimpikan untuk mendapatkan harta dan kekayaan secara instan. Segala macam cara dilakukan, sikat kiri-hantam kanan, tak peduli saudara dan tak menghiraukan teman, tendang bawahan-jilat atasan, yang penting harta cepat berpindah tangan. Mereka lupa akan hakekat hartanya, padahal semakin banyak harta yang dikumpulkan, maka semakin banyak pula kebutuhan-kebutuhan lain yang harus dipenuhi untuk menjaga hartanya. Ibarat sebuah pepatah, menikmati harta bagaikan orang yang minum air laut, semakin banyak air laut diminum maka rasanya semakin haus saja.

Maka dari itu kita sebagai manusia sudah sepantasnya untuk bersyukur dengan apa yang sudah kita terima selama ini, Kaya harta tidaklah lebih mulia bila miskin hatinya, tetapi miskin harta adalah lebih baik asalkan kaya akan hati.


Ojo ngece karo wong ora nduwe
Rojo brono yen mati ora digowo
Bebasan urip mung mampir ngombe
Ngono kui jare bini sepuh kae

Numpak sepur asep'e metu nduwur
Tiwas ajur mumur yen awak ora diatur
Nek numpak motor asep'e metu ngisor
Urip neng alam ndonyo kudu sugih andhap asor

Nek numpak becak asepe metu tengah
Ojo ngguyu ngakak yen urip lagi kepenak
Nek numpak andong asep e metu bokong
Ojo banter-banter ngko mundak koyo grandong

Dadi wong ojo rumongso biso
Nanging uwong sing biso rumongso
Wong sik becik sing keno kebecikane
Mulo kui jarene simbahku dewe

Rujak nanas pantes'e wadahi gelas
Tiwas adem panas sik digagas ora waras
Nek rujak dondong pantese wadahi lodong
Ojo plenggang plenggong mengko mundak koyo grandong

Nek rujak mayit lalapane rumah sakit
bingung golek duit ngurusi barang gejepit

Dadio wong sing becik
Ojo do sirik
Opo opo marai mangkel
Mengko, malah koe dadi nggrundel
Tiwas ngalah malah podo ngeyel


Mulane kowe manuto wong tuo
Ojo pisan pisan koe neko-neko
Jaman saiki sithik-sithik metu ragat
Urip'e ora tentrem malah kowe dadi jepat


Mulakno mulakno, rasah do ngeyel
Tuwo-tuwo le ngandani angel
Bola bali bola bali kowe nglarani ati
Wong tuwomu kegowo ati
Ngalor ngidul ngulon wetan
Aku wis kenthir
Ora iso mikir
Kiwo kiwo
Kluer kluer

Tidak Ada Yang Gratis Dalam kehidupan Ini

Perhatikanlah, bagaimana saat ini banyak orang-orang mengeluh dengan keluhan yang “berparadoks”. Di satu sisi mereka mengeluh tentang kehidupan mereka yang kian sulit. Namun di sisi lain mereka tidak melakukan banyak hal untuk keluar dari kesulitan tersebut.

Perhatikanlah bagaimana sebagian anak bangsa ini hidup dalam kesulitan, namun masih dengan orang-orang yang sama, mereka terlalu banyak menghibur diri. Persentase waktu yang mereka habiskan untuk bekerja masih lebih sedikit dibandingkan waktu yang mereka gunakan untuk menghibur diri.

Itulah mengapa, stasiun-stasiun televisi menangguk untung berlipat. Karena mereka “menghidangkan” begitu banyak acara hiburan dan sedikit sekali acara yang membuat penontonnya “bekerja”.

Perhatikanlah betapa banyak orang yang membuang waktunya dalam kesia-siaan. Padahal sebuah mimpi, cita-cita, harapan, dan keinginan harus diperoleh dengan kerja keras. TIDAK ADA YANG GRATIS DALAM KEHIDUPAN INI. Dan mungkin begitulah slogan yang tepat untuk membangunkan bangsa yang tertidur lelap.

Anda malas, maka bersiaplah menderita akibat kemalasan anda. Anda bekerja keras, maka Insya Allah, Rahmat Allah SWT bersama anda selama anda ikhlas bekerja dan melakukannya sesuai ketentuan Allah SWT.

Bangsa ini harus bangkit dari kelemahannya. Harus! Dan harus mereka sendiri yang melakukannya. Oleh karena itu, mulailah mematikan televisi manakala yang ditampilkan adalah sinetron yang menggambarkan mimpi-mimpi semu. Mimpi-mimpi yang terlalu ideal tapi seperti sulit dijangkau. Tentang anak manusia yang cantik-cantik dan tampan-tampan, hidup sudah dalam keadaan kaya dan sukses secara materi tapi tidak terlihat unsur perjuangan dalam mendapatkannya. Dan “kerjaan” mereka cuma bicara “cinta” yang sebenarnya cuma “nafsu” sesaat.

Mari selamatkan bangsa ini dengan mulai membuatnya bekerja mewujudkan mimpi. Saat ini keadaan seperti tak mendukung. Lihatlah sepanjang jalan yang anda lewati, mana yang lebih banyak, orang yang duduk-duduk, bercengkerama, santai, diam tak melakukan kegiatan produktif, atau mereka yang sedang bekerja keras mewujudkan mimpi?

Kita harus menyadarkan semua orang bahwa mereka harus bekerja, berkeringat, menguras semua potensi yang ada pada otak dan jasad mereka. Berlelah-lelah dalam konsentrasi dan aktivitas fisik. Semua demi mimpi-mimpi kebahagiaan yang sedang kita bangun.

Jangan ada lagi penganggur-penganggur di bangsa ini. Sebab penganggur bukanlah orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Penganggur adalah mereka yang tidak bekerja. Perhatikanlah, betapa antara orang yang memiliki pekerjaan tetap dengan orang yang bekerja bisa sangat berbeda 180 derajat!.

Dan mari mulai dengan diri kita yang membaca tulisan ini. Evaluasilah diri kita. Mana di antara 24 jam ini yang kita habiskan dalam kesia-siaan. Mana waktu-waktu yang produktif. Setelah itu perbaikilah! Dan jadilah lebih produktif!

Pada bagian akhir, jadilah kita bagian dari solusi atas permasalahan bangsa ini. Dan bukannya justru menjadi masalah bangsa ini.
Jadilah kita problem solver bagi bangsa ini. Dan bukannya sekedar menjadi problem speaker yang pada akhirnya hanya menjadi trouble maker bagi bangsa ini, sebagaimana pernah
disebutkan seorang ulama shalih, almarhum Ustadz Rahmat Abdullah (semoga Allah meridhai beliau).
Jadi, selesai membaca tulisan ini. Mulailah mengerjakan pekerjaan produktif yang bisa kita lakukan. Dan jangan berhenti sebelum lelah, ada hal lain yang lebih penting atau saat Allah SWT menjemput kita dalam kematian yang diridhai-Nya. Amiiin.

Hanya Perjalanan Hidup

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha
pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi
mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih
dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan
dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.
Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkan
oleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.

Renungkan :
**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri
“Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita.”**

TERIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG. Blessed are those that can give without remembering and receive without forgetting.